Friday, October 16, 2009

DNA Processors, teknologi prosesor komputer masa depan.

Pendahuluan
Dewasa ini, teknologi komputer telah berkembang sedemikian pesatnya. Setiap tahunnya, kecepatan proses komputer bertambah dua kali lipat. Begitu cepatnya perkembangan teknologi komputer menyebabkan kita (yang bergelut di dunia IT) harus jeli dalam mengikuti perkembangan teknologi ini. Kita tidak bisa terus menerus mempertahankan paradigma lama kita tentang IT, sedangkan dunia IT tanpa hentinya berubah dan berkembang.

Seperti yang telah disampaikan oleh bapak Nixon Erzed bahwa komputer yang ada saat ini bekerja berdasarkan sistem biner. Saya juga pernah membaca bahwa saat ini tengah dikembangkan sebuah prosesor DNA yang memanfaatkan pemrosesan data berdasarkan pasangan protein seperti layaknya DNA yang terdapat ada sel hidup. Saya ingin membahas lebih lanjut tentang hal ini, bagaimana jika prosesor seperti itu benar-benar berhasil dikembangkan oleh para peneliti.

Teknologi komputer masa kini
Teknologi komputer yang ada di masa sekarang semuanya bekerja berdasarkan perhitungan dan kombinasi angka-angka biner. Seperti yang telah kita ketahui sekarang, angka biner adalah angka basis dua, dimana hanya terdapat angka "0" dan "1". Pada kenyataannya, transistor-transistor micro yang terdapat pada processor pun tidak mengenali angka "0" dan "1", tetapi transistor-transistor yang tergabung dalam Integrated Circuit ini mengenali tegangan listrik yang melewatinya. Contohnya saja, tegangan 5 volt akan direpresentasikan menjadi angka "1" dan 0 volt (tidak ada tegangan) akan direpresentasikan menjadi angka "0". Mungkin, jika satu buah angka biner saja dapat menimbulkan dua buah kemungkinan, lalu bagaimana jika ada ribuan angka biner? Seberapa banyakkah kemungkinan yang dapat ditimbulkan dari kombinasi antara angka-angka tersebut? Tentulah sangat banyak. Kombinasi-kombinasi tersebut nantinya akan diperhitungkan oleh processor komputer. Berdasarkan angka-angka seperti itulah komputer masa kini bekerja.



DNA Processors
Apakah DNA Processors ada? Saat ini DNA Processors sudah ada, tetapi masih sebatas pengembangan di dalam laboratorium. Pada dasarnya, Processor DNA ini memanfaatkan kombinasi dari pasangan molekul protein seperti layaknya DNA. Berbeda dengan processor biner yang mayoritas menggunakan silicon sebagai bahan baku nya, DNA Processors menggunakan bahan baku protein yang terdapat pada makhluk hidup pada umumnya, misalnya Adenine, Cytosine, Thymine, Guanine, dan Sugar Phosphate sebagai backbone nya yang dirangkai menyerupai tangga-tangga pada DNA sel hidup. Oleh karena itulah, teknologi ini disebut "Biological Computer Processors".

Lalu, apa keunggulan DNA Processors? Salah satu contoh keunggulannya antara lain DNA Processors menggunakan "nanotubes" carbon yang saling terhubung dan membentuk suatu rangkaian seperti layaknya transistor micro yang saling terhubung membentuk Integrated Circuits yang terdapat pada processor silicon. Bedanya, carbon nanotubes yang terdapat pada DNA Processors hanya berukuran 2 nanometer, sedangkan pada processor komputer desktop tercanggih saat ini menggunakan proses fabrikasi 45 nanometer. Jadi, akan terdapat jauh lebih banyak nanotubes yang bisa dibuat dalam bidang yang sangat kecil pada sebuah DNA Processors. Namun karena sangat kecilnya teknologi ini membuat proses dan prosedur pembuatannya menjadi "extremely difficult".

Dengan keunggulan DNA Processors diatas, mungkin kita akan merasa takjub dengan teknologi ini. Tetapi, hingga saat ini teknologi DNA Processors masih menghadapi banyak sekali masalah-masalah yang belum bisa dipecahkan oleh para ilmuan dunia. Contohnya saja, saat ini DNA Processors bekerja dengan sangat lambat, bahkan jauh lebih lambat dari processor Intel Pentium 100MHz dalam mengerjakan suatu perhitungan sederhana. Masalah lain yang dihadapi adalah perhitungan yang masih kurang akurat, masa pemakaiannya yang tidak bisa dalam jangka waktu lama, dan masih banyak lagi masalah-masalah lainnya. Tentunya para ilmuan dunia tidak diam saja dalam menghadapi masalah-masalah ini. Meskipun sekarang masih belum ada pemecahannya, tetapi para ilmuan tersebut terus mencari ide-ide kreatif untuk pemecahan masalah-masalah tersebut.


Tanggapan mengenai DNA Processors
Dengan ditemukannya DNA Processors, maka ada secercah harapan akan munculnya teknologi baru yang revolusioner, yang benar-benar akan berbeda dengan teknologi yang saat ini ada. Mungkin sekarang DNA Processors ini masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut untuk solving masalah-masalah yang dihadapinya, entah sampai kapan para ilmuan tersebut akan menemukan pemecahannya. Saya percaya, suatu saat nanti teknologi DNA Processors ini akan menjadi lebih sempurna dan lahir menjadi teknologi yang revolusioner, teknologi yang "out-of-the-box".

Seandainya pun DNA Processors benar-benar lahir sebagai teknologi yang memiliki kemampuan ratusan bahkan ribuan kali lipat dibanding teknologi yang ada sekarang, akan ada masalah lainnya yang menanti, salah satunya masalah compatibility yang jelas tidak akan compatible dengan teknologi sebelumnya, yang akan mengakibatkan sulitnya melakukan proses migrasi dari sistem yang lama menjadi sistem DNA tersebut, dan adanya downtime yang berkepanjangan.

Menurut saya, proses migrasi tersebut tidaklah mungkin dilakukan secara sekaligus. Pastilah prosesnya dilakukan bertahap. Selama masa transisi ini, perlu adanya suatu protocol yang bersifat universal yang dapat dimengerti baik oleh teknologi biner maupun teknologi DNA ini. Dengan adanya protocol tersebut akan sangat membantu bagi perusahaan-perusahaan di dunia untuk mengimplementasi teknologi ini, tanpa harus mengambil resiko downtime yang cukup lama sehingga dapat menekan kerugian yang terjadi akibat downtime tersebut.


Kesimpulan
DNA Processors adalah teknologi komputasi masa depan. Meskipun masih dalam tahap pengembangan, cepat atau lambat teknologi ini akan menggantikan teknologi pendahulunya, disebabkan karena kemampuannya yang akan secara signifikan melampaui teknologi processor conventional. Jika teknologi DNA Processors ini bisa terwujud, proses migrasi server di perusahaan-perusahaan dunia kemungkinan akan mengalami hambatan karena adanya masalah kompatibilitas teknologi. Oleh karena itu diperlukan suatu protocol universal untuk menjembatani kedua teknologi tersebut selama masa transisi teknologi ini berlangsung.

No comments:

Post a Comment